RS Aulia Pekanbaru 'Kejam' Wanita Keguguran Tidak Dapat Pelayanan Maksimal di IGD, Pilih Pindah Rumah Sakit
- Red
- 30 Juni 2026, 19:09:00 WIB
- Daerah
Berkabar Nusa (Kampar) - Rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru yang disebut-sebut milik H. Nurzahedi, S.E., atau dikenal Eddy Tanjung yang tidak lain perupakan politisi atau pengusaha asal Riau, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari ini.
Mereka di sorot lantaran buruknya pelayanan yang mereka janjikan, bahkan mereka juga dinilai cuek's dengan keselamatan nyawa orang lain. Nah, mau tahu bagaimana cerita dan kronologisnya, beginilah.!!
Beberapa hari lalu ada seorang penumpang bus yang mengalami keguguran, karena darurat anak dalam kandungan yang masih berusia 6 bulan keluar dan pendarahan hebat.
Lantaran mengancam nyawa, maka ibu rumah tangga (irt) itu dibawa suaminya ke sebuah klinik di kawasan Tabek Gadang, Kota Pekanbaru. Karena tidak sanggup menangani pendarahan itu, maka Ay dirujuk oleh pihak klinik ke RS Aulia Hospital.
Pada saat itu, Ay langsung masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Aulia, tentunya Ay berharap cepat mendapatkan pelayanan darurat. Tapi malah sebaliknya, Ay dibiarkan tanpa penganan medis yang kurang maksimal, terkesan dibiarkan mengerang kesakitan.
Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, maka suami Ay bertanya kepada dokter yang bertugas kenapa istrinya tida dilayani.
Namun jawaban yang diterima makin menyayat hati. Dokter itu rungkas menjawab " Apa yang bisa kami lakukan, pasien sudah dua jam observasi, "jawab kata suami Aya menirukan ucapan dokter kepada awak media -- padahal saat itu Ay sudah sangat pucat karena pendarahan.
Tidak sanggup melihat Ay di biarkan dengan kondisi memprihatinkan, ditambah lagi prilaku tim medis yang cueks, maka suami Ay membawa istrinya keluar dari rumah sakit yang mereka nilai "Kejam" Itu.
" Kami sangat heran atas tindakan yang dilakukan oleh RS Aulia.Apa karena kami rujukan maka dikira kami tak bisa bayar.Padahal mereka juga telah bersumpah akan merawat masyarakat secara baik dan maksimal.Jika orang yang memang sudah pendarahan begini saja dibiarkan bagaimana dengan yang lain."ujar keluarga Ay.
Guna untuk keberimbangan informasi ini, maka awak media mencoba konfirmasi Untuk mendapat penjelasan dan keterangan yang berimbang, maka awak media pun coba mengkonfirmasi persoalan ini pada dr Surya sebagai menajemen dari RS Aulia.
Dari konfirmasi yang dilakukan Media, dr Surya menyampaikan untuk menghubungi orang lain sambil memberikan no telepon karena dokter Surya lagi cuti.
"Mungkin bisa ke humas saja ya bang. Saya lagi cuti saat ini. Hubungi Yosi, kata dia sambil mengirimkan sebuah kontak telepon.
Dari nomor Handphone yang diberikan oleh dr. Surya awak media lalu coba mengkonfirmasi persoalan ini pada Yosi. Dari beberapa pertanyaan yang disampaikan awak media,Yosi selaku humas cuma memberikan keterangan singkat
"Waalaikumsallam , mohon maaf terkait informasi ini, siapakah data pasien yg di maksud pak? karena saya tidak bisa memberikan jawaban jika tidak ada data pasien nya pak,"ujar Yosi.
Awak media lalu memberikan soal waktu dan nama pasien pada Yosi. Namun setelah dua hari lebih memberikan data soal pasien tersebut,Yosi tidak ada lagi memberikan klarifikasi soal penolakan pasien keguguran dan pendarahan tersebut.***



