Diskotik Pinggiran Mulai Menjamur di Desa Kualu, Marwah Status Serambi Mekka Kampar Dipertaruhkan
- Red
- 24 Juni 2026, 09:58:00 WIB
- Daerah
Berkabar Nusa (Kampar) - Kampar, bila berbicara negeri ini edentik dengan negeri serambi mekkah. Sebab, tatanan agama islami edentik di negeri ini. Masyarakat juga terkenal dengan masih menjunjung tinggi filosofi' Adat Bersandi Sarak, Sarak Basandi Kitabbulah" layaknya Sumatra Barat dan Aceh.
Tapi sangat di sayangkan, ulah segelintir pendatang liar mendirikan bangunan secara ilegal dihanparan sisi jalan Kubang Raya, mereka memperkaya diri dengan membuka tempat maksiat alias tempat esek-esek, alias diskotik pinggiran.
Mereka mabuk -mabukan, bernyanyi_nyanyi, dengan didampingi wanita-wanita malam. Suara teriak-teriakan hingga larut malam menggema memecah gendang telinga. Parahnya, informasi yang dirangkum berkabarnusa.com, tempat itu juga menerima jasa 'cuci busi' untuk para lelaki hidung belang.
Dengan kian menjamurnya lokasi esek- esek ini, tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat Kampar, siapa di balik ini semua?
Apakah ini ada pembiaran dari pemerintah Kabupaten Kampar? sebab Bupati, Wakil Bupati yang memiliki tongkat komando untuk mengarahkan Dinas Sosial, Satpol PP bahkan aparat Desa Kualu juga terkesan tutup mata.
Pantauan berkabarnusa.com, malam itu hari memasuki magrib, dibalik bangunan terbuat deri kayu seberan terlihat sejumlah wanita muda hingga paruh baya, mulai berdandan, kerlap kerlip lampu mulai hidup.
Pengeras suara mulai dihidupkan ' Tes, Tes' mereka menjajal pengeras suara, musik-musik mulai terdengar. Setelah lepas isya, mulai secara berlahan mereka bernyanyi_nyanyi, lagu mereka nyanyikan dari lagu tembang kenangan, lagu daerah hingga lagu koplo memecah suasana, minuman membuyarkan suasana.
Paralelaki hidung belang yang mencari kesenangan dengan suasana itu ikut terlena, mereka mulai mabuk, iblis berwujud manusiapun mereka garap, uang yang terselip di balik kolor pun keluar.
Dimana seharusnya uang hasil keringat mereka itu bisa dibawa pulang untuk keluarga ludes tiada sisa di pecundangi oleh mereka sang perjanji kesenangan. Dimana, target mereka adalah para supir-supir yang singgah, memang efek dari tempat hiburan ini juga sangat mempengaruhi lingkungan, para suami juga sudah mulai diam-diam masuk ke bundaran hiburan ini.
Permasalahan hiburan malam ini bukan perkara baru, setelah ditertibkan mereka kembali buka berlahan-lahan. Diduga mereka dibekingi oknum-oknum aparat, sehingga masyarakat maupun aparat tidak mampu menertibkan.
Terkait dengan hal ini, masyarakat Desa Kualu, khususnya berharap warung esek-esek ini di dibasmi, sebab banyak mudarat ketimbang manfaatnya " Kami setuju sekali jika ini ditutup total, sebab ini sangat mempengaruhi lingkungan termasuk anak-anak dan para suami," kata Idan salah seorang ibu rumah tangga (irt) warga Desa Kualu, Rabu pagi.
Sebagaimana gambaran, lokasi warung esek ini di sepanjang Jalan Kubang Raya, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Tidak jauh dari SMA Plus.** tim



