MBG Tetap Salurkan Bubur Telur, Bukan Bubur Ayam untuk Siswa Rombel Siang SDN 034 Tarai Bangun

  • Red
  • 30 Oktober 2026, 16:17:00 WIB
  • Pendidikan
SHARE 

Berkabar Nusa (Kampar) -  Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 034 Tarai Bangun kembali menuai sorotan dari orang tua murid. Pasalnya, menu yang dibagikan kepada siswa rombongan belajar (rombel) siang disebut tidak sesuai dengan menu yang sebelumnya diharapkan, yakni bubur ayam, namun justru diganti menjadi bubur telur.

Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa dikabarkan tidak bersedia mengonsumsi makanan yang dibagikan.

Orang tua murid pun mempertanyakan kebijakan pihak pelaksana MBG yang dinilai kurang memperhatikan selera dan penerimaan anak-anak terhadap menu makanan yang disajikan.

Salah seorang perwakilan orang tua murid menyampaikan bahwa program MBG merupakan program yang memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Karena itu, pelaksanaannya diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga memperhatikan kualitas, variasi, dan kesesuaian menu dengan kebutuhan serta selera siswa.

"Kami berharap pihak pelaksana MBG jangan hanya memikirkan keuntungan semata. Tolong pahami juga selera anak-anak. Kalau makanan yang diberikan tidak disukai, akhirnya anak-anak tidak mau memakannya," ungkapnya.

Ia juga menyoroti menu yang selama ini dinilai kurang bervariasi. Menurutnya, menu seperti lele, telur, tempe, hingga bubur telur yang kembali disajikan perlu dievaluasi agar anak-anak tidak merasa bosan.

"Kami meminta menunya diganti dan lebih divariasikan. Jangan hanya lele, telur, tempe, dan sekarang bubur telur lagi. Anak-anak juga perlu menikmati makanan yang mereka sukai, tentunya tetap memperhatikan kandungan gizinya," tegasnya.

Orang tua murid berharap pihak penyelenggara MBG segera melakukan evaluasi terhadap penyusunan menu, khususnya untuk siswa di SDN 024 Tarai Bangun.

Program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

Karena itu, masyarakat berharap program yang memiliki tujuan baik tersebut tidak tercoreng akibat persoalan pelaksanaan di lapangan. Evaluasi dan pengawasan dinilai penting agar makanan yang disalurkan benar-benar dikonsumsi oleh siswa, bukan justru berakhir tidak dimakan karena menu yang kurang diminati.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana MBG diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait perubahan menu dari bubur ayam menjadi bubur telur serta menanggapi keluhan orang tua murid tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini memuat aspirasi dan keluhan orang tua murid. Konfirmasi dari pihak pelaksana MBG dan pihak sekolah tetap diperlukan untuk memperoleh pemberitaan yang berimbang.***

Editor : Red

SHARE

Berita Terkait