Paguyuban Pasar Minggu Wono Sejahtera,Klarifikasi Pemberitaan Terkait Penarikan Retribusi dan Penataan PKL.

SHARE 

Sidoarjo,Berkabar Nusa.Com  - Patut diapresiasi terbentuknya paguyuban pasar Minggu Wono Sejahtera yang dikelolah oleh warga Dusun Popoh,Desa Popoh,Wonoayu.Tujuan utama berdirinya paguyuban tidak lain sebagai wadah menaungi para pedagang untuk meningkatkan ekonomi.

Paguyuban pasar Minggu Wono Sejahtera sudah berdiri bertahun tahun tidak pernah mengalami kendala apapun baik mengenai jalan serta pedagang.

" Pedagang merasa senang.Karena disediakan tempat untuk berdagang mengais rizki selama ini tidak ada yang merasa resah.Malah semua pedagang terbantu dengan adanya tempat yang disediakan oleh paguyuban pasar, " ucap  salah satu pedagang, Selasa,(21/4/2026).

Ia menambahkan,terkait iuran Rp 5000  tak rasa wajar dan murah kok.Dan itu kami berikan ikhlas,jujur saja karena saya merasa terbantu oleh paguyuban yang di naungi Sulis.

" Masalah nanti pindah tempat baru,itu tidak masalah bagi kami.Karena rizki itu sudah ada yang mengatur.Tak pastikan pelanggan pasti tidak akan lari kok," ujarnya.

Ditempat terpisah,Sulis pengurus paguyuban yang namanya di catut dalam pemberitaan menyatakan, retribusi Rp 5000 pedagang merasa senang tidak ada yang dirugikan.Jadi tidak ada masalah.

Sedangkan,Rp 5000 masuk kas pengelolahan pasar diperuntukan untuk kebutuhan gaji tiap bulan guru TPQ dusun Popoh,tiap bulan sumbangsi dana kas pengurus sekolahan TK/RA,MI di dusun Genengan,gaji juru kunci makam umum,juru kunci punden leluhur,kebutuhan adanya orang meninggal,pembangunan jalan punden leluhur,pagar makam umum,penerangan jalan umum,tiap tahun ruwat dusun Popoh dan lain-lain.

" Jadi tuduhan pemberitaan salah satu media online tidak benar.Tarikan Rp 5000 itu bukan saya yang menarik atas nama pribadi .Akan tetapi atas nama paguyuban.Sedangkan,Paguyuban Pasar Minggu Wono Sejahtera sudah mempunyai legalitas berbadan hukum, jalan Desa pun sudah aman terkendali serta tidak adanya polemik semua berjalan lancar.Dan intinya pedagang sudah senang bisa berjualan mengais rizki untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, " tutupnya.** Wr

Editor : Khairul anwar

SHARE

Berita Terkait