Nekat.!!! Truk Colt Diesel Bawa Kayu Bulat Jam 2 Malam Melintasi Jalan Kubang Raya Desa Tarai Bangun
- Red
- 29 November 2025, 02:44:00 WIB
- Hukrim
Berkabar Nusa (Kampar) - Dimana semua hati orang was-was akan mengantisipasi datangnya bencana alam, cuaca ekstrem, hujan lebat menimbulkan bencana dahsyat di sejumlah daerah di sumatera.
Atas peristiwa bencana itu korban meninggal dunia bergelimpangan, kerugian negara akan rusaknya fasilitas umum dipresiksi triliunan.
Penyebabnya itu semua tidak lain ada penebangan hutan, dimana sisa-sisa kayu hasil pembalakan menjadi gelodo atau banjir bandang.
Kayu-kayu alam itu terbawa arus, kemudian kayu-kayu sebagai penyangga laju arus juga sudah tidak ada. Begitu juga dengan tebing-tebing juga tidak ada lagi ada kayu sehingga longsor dimana-mana.
Semua bencana itu adalah kurangnya rasa peduli kita terhadap kelestarian alam, kurangnya kepedulian penegak hukum seperti kepolisian dalam menindak paramafia ilegal logging.
Padahal di hari Pohon sedunia belum lama ini, Kapolda Riau Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum, menggadang-gadangkan penanaman 21000 pohon.
" Gebrakan hijau Polda Riau, seakan di olok-olok paramafia ilegal logging, ditengah gubernur Riau tegaskan waspada bencana alam, mafia dengan gagah lewat mengangkut gelondongan di Jalan Kubang Raya, Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 02.00 wib, dini hari.
Diduga kayu dalam truk colt Diesel BM 9621 FT merupakan hasil perambahan hutan di Riau. Kuat juga dugaan kayu itu akan di kelola sejumlah sownil liar di Desa Kualu, Desa Teratak Buluh dan juga Desa Kubang Jaya.
" Tidak sanggup kita melihat bencana yang merenggut korban jiwa, dimana dampak dari penggundulan hutan,'' kata Yudi salah seorang warga Jalan Kubang Raya saat menyaksikan mobil truk Bawa Kayu itu melintas.
Penuh harapan, pinta masyarakat lagi, Kapolda Riau jangan hanya simbolis saja menanam, tetapi kapolda perlu juga melindungi hutan-hutan di Riau ini agar kelestarian bisa terjaga.
" Kita berharap Kapolda Riau sapu bersih yang namanya ilegal logging di Riau, khususnya di Kampar ini. Sebelum Allah SWT murka dan alam menunjukkan perilaku tangan manusia dengan bencana seperti yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera saat ini,' pungkas Yudi.***



