Kabid Dikdas Kampar Bertindak Cepat Tangani Insiden Nasi Kotak di SD 021 Tarai Bangun: Evaluasi Menyeluruh Digelar!

  • Red
  • 11 November 2025, 16:08:00 WIB
  • Pendidikan
SHARE 

Berkabar nusa (Kampar)  - Insiden pembagian nasi kotak yang berujung ricuh di SD 021 Tarai Bangun, Kampar, langsung mendapat perhatian serius dari Kabid Dikdas (Kepala Bidang Pendidikan Dasar) Yolanda Sri Rahayu. Melalui Kadisdik Kampar, H. Aidil, langkah cepat diambil untuk mengklarifikasi kejadian dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajerial sekolah.

"Kami tidak akan tinggal diam. Insiden ini menjadi pelajaran berharga untuk perbaikan sistem pendidikan di Kampar," tegas Kabid Yolanda dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Dinas Pendidikan.

Acara sosialisasi tentang pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi momen positif, justru ternodai oleh masalah distribusi nasi kotak. Kabid Yolanda menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar sekolah dengan jumlah siswa besar karena potensi tindak kekerasan yang lebih tinggi. Namun, pembagian nasi kotak yang kurang terkoordinasi memicu insiden yang tidak diinginkan.

"Kesalahan ada pada kurangnya pengawasan dari pihak dinas. Kami mengakui hal ini dan akan segera berbenah," ujar Kabid Yolanda.

Menurut keterangan, snack box telah dibagikan saat acara berlangsung. Namun, nasi kotak diserahkan kepada pihak sekolah untuk dibagikan saat siswa pulang. Ironisnya, pembagian dilakukan di luar sekolah saat hari panas, dengan guru membagikan nasi kepada 900 siswa yang mengantri. Seorang guru honorer, bernama Yon, akhirnya membanting nasi karena merasa kewalahan dan tertekan dengan situasi tersebut.

"Saya khilaf dan emosi. Seharusnya saya bisa lebih bijak dalam menangani situasi tersebut," sesal Yon.

Menanggapi viralnya video pembagian nasi kotak, Kabid Yolanda langsung turun ke lapangan untuk mengklarifikasi kejadian dan melakukan pembinaan. Kepala sekolah dan guru yang terlibat dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Saya langsung tugaskan Ibu Kabid untuk mengklarifikasi dan melakukan pembinaan. Guru yang merekam kejadian juga sudah melapor ke dinas," jelas H. Aidil.

Dalam pertemuan dengan wali murid, terungkap masalah-masalah lain yang lebih kompleks di sekolah tersebut. Kabid Yolanda mencatat semua laporan untuk ditindaklanjuti.

"Ada laporan-laporan lain yang kami tampung, dan ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk pembinaan lebih lanjut," tegasnya.

Salah satu temuan adalah status guru honorer yang masih dipekerjakan di sekolah tersebut, meskipun ada peraturan Kemendagri yang melarang penggajian guru honorer sejak 2025. Selain itu, muncul dugaan nepotisme karena adanya family kepala sekolah yang terlibat di sekolah tersebut.

Dinas Pendidikan Kampar berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajerial di SD 021 Tarai Bangun. Hasil evaluasi akan menentukan langkah-langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penggantian kepala sekolah.

"Kami akan evaluasi secara transparan dan profesional. Kepentingan siswa adalah prioritas utama kami," tegas Kabid Yolanda.

Kabid Yolanda juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh sekolah di Kabupaten Kampar.

"Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kampar. Insiden ini menjadi momentum untuk melakukan perbaikan yang lebih baik," pungkasnya.***

 

 

Editor : Red

SHARE

Berita Terkait