Antusias Murid SDN 024 Tarai Bangun Ikuti Kegiatan Keagamaan Sepanjang Ramadan 1447 H " Tadarus dan Sholat Berjamaah"
- Red
- 26 Februari 2026, 19:30:00 WIB
- Pendidikan
Berkabar Nusa (Kampar) - Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, suasana religius begitu terasa di lingkungan SDN Negeri 024 Tarai Bangun. Seluruh siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan keagamaan yang telah diprogramkan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pembiasaan ibadah.
Kegiatan tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an, doa bersama, pembiasaan salat berjamaah, serta tausiah singkat yang disampaikan guru sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Meski menjalani ibadah puasa, para siswa tetap terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Suksesnya program keagamaan ini tentu tidak lepas dari peran paraguru agama " satu lagi, pada hari Sabtu, itu full kegiatan pesantren kilat," kata paraguru agama yang berjumlah enam orang.
Kepala Sekolah SDN 024 Tarai Bangun, Yunita Epi, S.Pd menjelaskan, bahwa Ramadan menjadi momen penting untuk menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada para siswa sejak dini.
" Pertama saya ucapkan terimakasih kepada paraguru, khususnya guru agama, yang punya peran dalam kesuksesan kegiatan program keagamaan di sdn 024 Tarai Bangun ini, semoga jadi ladang amal buat kita bersama," katanya.
“Sejak puasa pertama sampai hari, alhamdulillah anak-anak tetap semangat mengikuti kegiatan keagamaan yang sudah kami jadwalkan," kata Yunita Epi.
Kata dia lebih jauh. Kami memang mewajibkan seluruh siswa untuk terlibat, karena ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dari akademik.
" Semangat para siswa justru menjadi motivasi tersendiri bagi para guru. Ia melihat anak-anak tetap ceria, disiplin, dan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan," ucapnya.
Sebutnya lagi, kami bangga karena meskipun berpuasa, anak-anak tetap fokus belajar, tetap mengikuti tadarus dan salat dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan penghalang untuk berprestasi dan beraktivitas.
Lebih lanjut, ia berharap pembiasaan yang dilakukan selama Ramadan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir. Sekolah menargetkan nilai-nilai religius yang ditanamkan dapat terus melekat dalam keseharian siswa.
Diakhir wawancara, Yunita Epi mengatakan lagi, bahwa Ramadan adalah momentum..Kami ngin setelah Ramadan usai, kebiasaan baik seperti berdoa sebelum belajar, membaca Al-Qur’an, dan menjaga sikap tetap dilakukan. Pendidikan agama bukan hanya seremonial, tapi harus menjadi karakter.
" Semoga apa yang kita niatkan, bisa menjadi ladang amal, semoga doa doa kita semua bisa menembus langit dan di jatah oleh sang pencipta Allah SWT," tutup Yunita Epi,sembari mengucapkan " Amin". ** Toni



