Diduga Dana Hasil Pungli, Kepsek Bakal Boyong Tim SMPB dan Panitia Baju Seragam Healing-Healing
- Red
- 19 Agustus 2026, 15:35:00 WIB
- Pendidikan
Berkabar Nusa (Kampar) - Kepala Sekolah SMAN 5 Tapung, Kamaruddin, M.Pd, dikabarkan bakal memboyong tim gurunya untuk pergi Healing-Healing menikmati keuntungan hasil dugaan pungutan liar (Pungli) terkait dengan SPMB dan juga keuntungan bisnis seragam.
Hal ini di sampaikan oleh beberapa orangtua siswa kepada berkabarnusa.com, pada Rabu (19/08/2026) pagi tadi " Benar kami terpaksa untuk membeli baju di sekolah, dananya di kumpulkan oleh orang yang tidak ada hubungan dengan sekolah" kata mereka.
Bahkan keterpaksaan ini, orangtua ada yang menjahit baju dua kali mengeluarkan dana. Sebab jahit baju di sekolah itu terkesan diwajibkan" Nekat sekali mereka ini, mereka jual baju di sekolah, ambil uang dan mengukur di sekolah " katanya.
Padahal di keputusan Dinas Pendidikan Provinsi melalui Surat Nomor 08/ DISDIK/2026 dan dipertegas Gubernur Riau, agar pihak sekolah tidak jual seragam dan juga jauh pungli bebankan. Orangtua.
Akibat dari dugaan pungli, ada beberapa anak miskin yang memiliki kartu keluarga tempatan tidak jauh dari sekolah putus sekolah. Semua hasil dari dugaan pungli SPMB ini diduga di kumpulkan satu tangan yakni guru bagian kesiswaan diketahui bernama Napida.
Sementara uang seragam di kumpul oleh orang luar yakni Lamhot. Dan dana itu kabarnya sudah terkumpul ratusan juta, sehingga kepsek informasi yang di rangkum berkabarnusa.com, bakal boyong tim punglinya untuk Healing-Healing.
Terkait dengan hal ini, Humas Ervan yang juga dalang dari kegiatan pungli ini, tidak lagi menjawab konfirmasi berkabarnusa.com, begitu juga dengan kepsek lebih memilih bungkam.
Terkait hal ini, Kacab, Kasubag begitu Kepsek dan juga pihak terlibat dikonfirmasi memilih bungkam. Terkait dengan hal ini, masyarakat berharap kepada Gubernur Riau untuk menindak dan mengevaluasi kepsek ini. **toni



